Bagian – Bagian Dan Fungsi Transmisi Roda Gigi

Salah satu tujuan digunakannya transmisi roda gigi adalah untuk mengatur putaran motor yang dipindahkan ke roda-roda belakang dalam bermacam-macam perlambatan   dimana   letak   dari transmisi   dibelakang   pesawat   kopling   dan penjelasannya akan dibahas selanjutnya :
  •  Main Gear
Main gear terpasang pada main shaft dengan perantara bearing. Jumlah main gear tergantung dengan jumlah tingkat kecepatan yang ada pada transmisi. Untuk transmisi dengan 5-speed (5 tingkat percepatan) terdapat  5  main gear  dengan jumlah gear yang berbeda dan fungsi main gear tersebut berfungsi untuk membuat gear ratio bersama-sama dengan counter gear sesuai dengan tingkat kecepatan.
  • Counter Gear
terdiri dari beberapa gear yang disatukan, banyaknya gear tergantung dengan banyaknya tingkat kecepatan.
Untuk transmisi dengan 5-speed terdapat 6 counter gear jumlah gear yang berbeda. Counter gear tersebut berfungsi untuk memindahkan putaran dari input shaft (main drive gear) ke main gear sekaligus membuat gear ratio.
  • Reverseidle Gear dan Shaft
Reverseidle gear terpasang pada reverseidle gear shaft dan gear ini berfungsi untuk menghubungkan counter gear dengan main reverse gear sehingga main reverse gear berputar berlawanan arah dengan input shaft (main drive gear).
  • Input Shaft
Input shaft tranmission disatukan dengan main drive gear berfungsi untuk memindahkan putaran dari clutch ke counter gear.
  •  Main Shaft
Main shaft berfungsi sebagai output transmisi sekaligus tempat pemasangan main gear dan hub set, antara main shaft ke main gear dan hub set dihubungkan dengan bearing.
  •  Interlock Sistem
Dalam pengoperasian transmisi, setiap tingkat kecepatan hanya boleh terjadi satu gear yang masuk (satu sleeve hub yang berkaitan dengan main gear) karena setiap main gear mempunyai gear ratio yang berbeda, untuk maksud tersebut pada transmisi dipasang interlock pin dan ball seperti yang digunakan pada transmisi.

Cara kerja :
Bila salah satu fork digerakkan (misalnya fork untuk kecepatan mundur) maka interlock  ball  akan menekan  interlock  pin,  selanjutnya  interlock  pin  menekan interlock ball, sehingga fork shaft untuk light speed dan fork shaft low speed tidak dapat bergerak.
  • g. Location Ball
Dalam pengoperasian transmisi, gear yang sudah masuk (sleeve hub yang sudah berkaitan dengan main gear) diusahakan agar tidak kembali keposisi netral dengan sendirinya.
Begitu pula gerakan dari fork juga harus dibatasi sesuai dengan gerakan sleeve, sehingga pengemudi dapat merasakan gear yang sudah masuk atau belum. Untuk maksud tersebut digunakan location ball pada setiap fork shaft yang selalu ditekan oleh spring.

Cara kerja :
Pada setiap fork shaft terdapat 2 atau 3 groove, pada grove tengah menunjukkan posisi netral. Bila fork shaft digerakkan maka location ball akan tertekan keatas oleh shaft dan selanjutnya ball tersebut akan masuk pada groove lainnya.
  • Posisi I
Low sleeve hub digeser ke belakang sehingga berkaitan dengan low main gear, maka putaran dari clutch akan dipindahkan sebagai berikut :
Input shaft transmission (drive gear)  – Counter gear (counter driven gear) – counter low gear – low main gear – low sleeve hub – low clutch hub – main shaft (output shaft).
Gear Ratio = (counter driven gear / driven gear) x (2nd  main gear / counter 2ngear).
  • Posisi II
Low  sleeve  digeser  kedepan  sehingga  berkaitan  dengan  second  main  gear, maka putaran dari clutch akan dipindahkan sebagai berikut :
Input  shaft  transmission (drive gear)  – counter  gear  (counter  driven  gear)  – counter 2nd gear – 2nd main gear – low sleeve hub – low clutch hub – main shaft (output shaft).
Gear Ratio = (counter driven gear / drive gear) x (2nd  main gear / counter 2nd gear)
  • Posisi III
High sleeve hub digeser kebelakang hingga berkaitan dengan third main gear, maka putaran dari clutch akan dipindahkan sebagai berikut :
Input shaft transmission (drive gear) – counter gear (counter driven gear) – 3rd
main gear – high sleeve hub – high clutch hub – main shaft (output shaft).
Gear Ratio = (counter driven gear / driven gear) x (3rd  main gear / counter 3rdgear).
  • Posisi IV
High sleeve hub digeser kedepan sehingga berkaitan dengan drive gear pada input shaft transmission, maka putaran dari clutch akan dipindahkan sebagai berikut :
Input shaft transmission (drive gear) – high sleeve hub – high clutch hub – main shaft (output shaft).
Gear Ratio = 1.000
  •  Posisi V
5th  dan sleeve hub digeser kebelakang sehingga berkaitan dengan main gear, maka putaran dari clutch akan dipindahkan sebagai berikut :
input  shaft  transmisson  (drive  gear)  –  counter  gear  (counter  driven  gear)  – counter 5th gear – 5th main gear – 5th dan reverse clutch hub – main shaft (output shaft).
Gear Ratio = (counter driven gear / driven gear) x (5th  main gear / counter 5thgear).
  • Posisi Reverse (mundur)
5th dan reverse sleeve hub digeser kedepan sehingga berkaitan dengan reverse gear, maka putaran dari clutch akan dipindahkan sebagai berikut :
Input  shaft  transmission (drive gear)  – counter  gear  (counter  driven  gear)  – counter reverse gear – reverse idle gear – reverse gear – 5th dan reverse sleeve hub – 5th dan reverse clutch hub – main shaft (output shaft).
Gear Ratio = (counter driven gear / drive gear) x (reverse gear / counter reversegear).


Gambar 3.  Bagian – Bagian  Utama  Synchromesh

Related : Bagian – Bagian Dan Fungsi Transmisi Roda Gigi